Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Membebaskan Palestina, Mengakhiri Pengkhianatan Para Penguasa

Gambar
  Gaza masih terus dirundung duka. Penduduknya masih terus diancam genosida. Mereka makin lemah tak berdaya. Per 15–16 Juni 2025, korban tewas di Gaza akibat genosida Zionis Yahudi telah mencapai sekitar 55.362 jiwa, dengan lebih dari 128.741 orang terluka sejak Oktober 2023. Sebagian besar korban adalah perempuan, anak-anak dan warga sipil tak berdosa. Lebih dari 92% rumah serta infrastruktur publik hancur-lebur dan rata dengan tanah. Wajib Bersatu Membebaskan Palestina Allah SWT berfirman: وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian    (TQS al-Baqarah [2]: 190). Berdasarkan ayat di atas, jihad fi sabilillah adalah fardu ‘ain saat negeri kaum Muslim diserang atau dijajah, seperti Gaza dan Palestina hari ini. Para Sahabat Nabi saw. telah berijmak atas kewajiban kaum Muslim secara bersama-sama untuk memerangi dan mengusir musuh-musuh mereka yang menyerang dan menjajah negeri mereka. Para ulama pun m...

Hijrah Menuju ’Khayru Ummah’

Gambar
Tahun kembali berganti. Dari Tahun 1446 Hijrah ke Tahun Baru 1447 Hijrah. Dalam satu tahun kemarin berbagai peristiwa berlangsung. Muslim yang cerdas tentu tidak menyambut kehadiran Tahun Baru Hijrah ini dengan kegiatan seremonial belaka. Ada amalan lain yang patut dilakukan:   muhâsabah . Mengawali Tahun Baru 1447 H, setiap Muslim penting untuk melakukan evaluasi. Bukan hanya terhadap diri sendiri, melainkan juga terhadap kondisi umat ini. Apakah betul umat ini telah meraih kedudukan selaku  khayru ummah  (umat terbaik)? Ataukah umat hari ini sebenarnya masih terpuruk? Jika masih terpuruk, tentu penting untuk mencari jalan kebangkitan hakiki agar mereka kembali meraih predikat ’ khayru ummah’  (umat terbaik) . Refleksi dan Evaluasi Muhâsabah  hukumnya fardhu atas setiap Muslim. Ini, antara lain, berdasarkan firman Allah SWT: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَ...

Mewujudkan Kekuatan dan Persatuan Hakiki Umat Islam Sedunia

Gambar
  Genosida yang masih berlangsung hingga kini di Gaza bukanlah sekadar tragedi kemanusiaan yang paling memilukan. Ia adalah bukti telanjang betapa lemahnya Dunia Islam saat ini. Padahal secara jumlah, umat Islam mencapai lebih dari 1,8 miliar jiwa. Hampir setiap hari, selama lebih dari 20 bulan, kita menyaksikan langsung tragedi yang menyayat hati di Palestina. Rakyat dibombardir siang dan malam. Anak-anak dibantai. Rumah sakit dihancurkan. Masjid-masjid dibumihanguskan. Blokade total diberlakukan. Namun, yang lebih menyayat hati, tidak satu pun para penguasa negeri Muslim yang benar-benar turun tangan secara nyata dan tegas untuk menghentikan kejahatan tersebut. Yang terdengar hanyalah kutukan, seruan diplomatik kosong, konferensi darurat yang tak menghasilkan apa-apa, serta penyaluran bantuan kemanusiaan yang tidak pernah mampu menghentikan rudal dan bom. Ini adalah simbol paling nyata dari keterpecahbelahan Dunia Islam, sekaligus bukti paling kasatmata dari kegagalan nasionalism...

Zina Mengundang Bencana

Gambar
  K ementerian Kesehatan melaporkan bahwa masyarakat Indonesia terancam oleh penyakit infeksi seksual menular. Pasalnya, ada peningkatan pengidap sifilis di Indonesia setiap tahunnya. Pada tahun 2024 tercatat 23.347 kasus sifilis. Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakannya mencapai 70% sejak tahun 2018 hingga 2022. Penyakit sifilis atau raja singa ini menular melalui hubungan seksual. Lonjakan angka penularan penyakit ini mencerminkan perilaku masyarakat Indonesia yang makin terbiasa dengan kebebasan seksual, baik sejenis maupun gay/lesbian. Tidak kunjung sadar juga kalau zina mengundang bencana. Memprihatinkan dan Mengerikan Indonesia memang mayoritas penduduknya Muslim. Namun, masyarakatnya saat ini justru semakin menormalisasi perzinaan. Bahkan semakin menjamur di kalangan penduduk usia muda. Data BKKBN tahun 2024 menunjukkan 59% remaja perempuan dan 74% remaja laki-laki telah berhubungan seksual pada usia 15-19 tahun. Akibat...